Beranda / Uncategorized / Dana Desa 2024 Dipersoalkan, Realisasi Proyek Jalan di Desa Mada Jaya Diduga Tidak Sesuai Perencanaan

Dana Desa 2024 Dipersoalkan, Realisasi Proyek Jalan di Desa Mada Jaya Diduga Tidak Sesuai Perencanaan

Pesawaran (Updatesiger.com)                  — Dugaan ketidaksesuaian realisasi pembangunan proyek jalan yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2024 di Desa Mada Jaya, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, Lampung, menjadi sorotan publik. Proyek jalan yang berada di depan area makam desa tersebut diduga tidak dikerjakan secara utuh sesuai perencanaan yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

 

Informasi dugaan tersebut mencuat setelah sejumlah warga menyampaikan keluhan kepada awak media terkait kondisi fisik pembangunan jalan yang dinilai belum sesuai dengan anggaran yang telah dialokasikan pemerintah desa.

 

Menindaklanjuti informasi itu, sejumlah jurnalis bersama tim melakukan penelusuran dan investigasi lapangan guna memastikan kondisi proyek secara langsung.

 

Saat tiba di lokasi proyek di depan area makam Desa Mada Jaya, awak media memperoleh keterangan dari salah seorang warga setempat yang menyebut pembangunan jalan tersebut belum sepenuhnya dikerjakan.

 

“Belum ada pembangunan penuh, hanya ditimbun pasir,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Namun berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan, ditemukan adanya pembangunan berupa pengecoran jalan dengan lebar sekitar satu meter dan panjang diperkirakan sekitar 30 meter di area tersebut.

 

Meski terdapat pekerjaan fisik di lokasi, kondisi itu dinilai belum cukup untuk memastikan apakah realisasi pembangunan telah sesuai dengan volume pekerjaan, spesifikasi teknis, maupun total anggaran yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2024.

 

Seluruh temuan lapangan kemudian didokumentasikan dalam bentuk foto dan video sebagai bagian dari bahan investigasi dan verifikasi lebih lanjut.

 

Untuk memperoleh penjelasan resmi, awak media kemudian mendatangi Kantor Desa Mada Jaya sekitar pukul 13.00 WIB pada Selasa (2/6/2026). Namun saat tiba di lokasi, kantor desa tampak sepi tanpa aktivitas pelayanan maupun keberadaan aparatur pemerintah desa.

 

Tidak lama kemudian, salah seorang aparatur desa datang ke kantor desa. Namun saat dimintai keterangan terkait proyek jalan yang dipersoalkan warga, aparatur tersebut mengaku tidak dapat memberikan penjelasan rinci dan meminta awak media menemui langsung Kepala Desa Mada Jaya, Abdul Gofur.

 

“Saya aparat desa di sini, tetapi saya tidak bisa memberikan keterangan karena sedang ada keperluan. Kalau mau informasi terkait pembangunan, lebih baik langsung ke rumah Pak Kades,” ujarnya singkat.

 

Awak media kemudian mendatangi rumah Kepala Desa Mada Jaya, Abdul Gofur, sekitar pukul 13.55 WIB di hari yang sama. Namun yang bersangkutan juga tidak berada di lokasi.

 

Salah seorang anggota keluarga yang berada di rumah dan disebut sebagai adik kepala desa menyampaikan bahwa Abdul Gofur sedang berada di Bandar Lampung untuk mengantar keluarganya berobat ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo.

 

“Pak Kades tidak ada di rumah, sedang ke Bandar Lampung mengantar keluarga berobat,” ujarnya.

 

Pihak keluarga juga mengaku sudah banyak pihak yang datang untuk melakukan konfirmasi terkait persoalan tersebut, namun belum berhasil menemui kepala desa.

 

“Sudah banyak orang datang ke sini, tapi memang belum bisa ketemu,” tambahnya.

 

Sebelum meninggalkan lokasi, Ketua DPW SWI Lampung, Mellani, menitipkan nomor kontak kepada pihak keluarga agar dapat diteruskan kepada Kepala Desa Mada Jaya apabila yang bersangkutan bersedia memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan proyek tersebut.

 

Namun dalam kesempatan itu, pihak keluarga juga menyampaikan bahwa kepala desa disebut tidak berkenan apabila ada tamu maupun wartawan yang datang mencarinya.

 

“Pak Kades marah kalau ada yang kasih tahu ada wartawan datang,” ungkap anggota keluarga tersebut.

 

Usai melakukan penelusuran di lapangan, awak media melanjutkan upaya konfirmasi ke Inspektorat Kabupaten Pesawaran guna meminta tanggapan terkait dugaan ketidaksesuaian pembangunan tersebut.

 

Kepala Bidang Investigasi Inspektorat Pesawaran, Asoka, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti apabila terdapat data maupun bukti pendukung terkait dugaan tersebut.

 

“Jika memang ada data atau temuan terkait dugaan pembangunan fiktif maupun ketidaksesuaian realisasi pembangunan di Desa Mada Jaya, kami akan turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan pengecekan APBDes,” ujar Asoka sekitar pukul 15.40 WIB.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Mada Jaya, Abdul Gofur, belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi resmi terkait dugaan ketidaksesuaian pembangunan jalan yang dipersoalkan masyarakat tersebut.

 

Awak media masih terus melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan kesesuaian antara realisasi pembangunan di lapangan dengan penggunaan anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2024.

 

Sesuai prinsip keberimbangan jurnalistik dan asas praduga tak bersalah, Pemerintah Desa Mada Jaya tetap diberikan ruang hak jawab untuk memberikan klarifikasi maupun penjelasan resmi terkait persoalan tersebut.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *